SatuNusaNews – Pengadilan Mesir pada Sabtu (16/5) berupaya menjatuhkan hukuman mati kepada mantan presiden Muhammad Mursi dan ratusan anggota kelompok Ikhwanul Muslimin terkait perkara pembobolan penjara pada 2011.

Setelah menjatuhkan vonis, hakim mengirimkan keputusan tersebut kepada Mufti Agung untuk mendapatkan pertimbangan sesuai dengan hukum Mesir. Hal yang sama dilakukan hakim terhadap keputusan yang dijatuhkan untuk pemimpin Al-Ikhwan Al-Muslimun, Mohamed El-Beltagy dan Khairat El-Shater, serta 14 pentolan organisasi ini.

Mursi adalah presiden yang digulingkan militer Mesir pasca-unjuk rasa besar-besaran terhadap kekuasaannya pada 2013. Dia juga adalah presiden dukungan kelompok Ikhwanul Muslimin.

Terkait hukuman tersebut, sejumlah kelompok pembela hak asasi manusia justru menuduh pemerintah yang berkuasa di Mesir sekarang adalah pihak yang seringkali melakukan kekerasan terhadap pendukung Ikhwanul Muslimin dan juga aktivis sekular.

Tuduhan tersebut dibantah oleh pihak pemerintah. Sementara itu, tokoh Ikhwanul Muslimin Amr Darrag mengecam keputusan hukuman mati dari pengadilan Mesir pada Sabtu. Dia juga mendesak masyarakat internasional untuk segera bertindak mencegah pelaksanaan eksekusi.

“Ini adalah putusan yang bermotif politik. Jika dilaksanakan, mereka akan melakukan kehatan pembunuhan dan oleh karena itulah masyarakat internasional harus berupaya menghentikannya,” kata Darrag yang merupakan pendiri Partai Kebebasan dan Keadilan, sayap politik Ikhwanul Muslimin- yang saat ini telah dibubarkan.#


 


Facebook Comments