dn27598-1_300

SatuNusaNews – Kematian Antelop yang merupakan ikon di Asia Tengah telah melonjak menjadi sekitar 120.000 ekor, hampir setengah dari populasi dunia yang tersisa, menurut perkiraan resmi. Dokter hewan dan ilmuwan menyelidiki bencana yang terjadi dan menyajikan hasil penyelidikan mereka sejauh ini untuk kepentingan pejabat pemerintah di Kazakhstan, di mana hewan-hewan yang sekarat tersebut berada.

“Angka resmi saat ini adalah 85.000 ekor, tapi kami mendengar perkiraan tidak resmi lebih dari 100.000 ekor, mendekati 120.000 ekor,” kata Aline Kühl-Stenzel dari Konvensi PBB tentang Migratory Species.

Hewan-hewan mulai sekarat disebabkan oleh hal yang tak dikenal sekitar 10 Mei. Korban tewas melonjak dalam beberapa hari sampai dengan 27.000 ekor, disinilah titik pemerintah Kazakh meminta bantuan kepada sekretariat konvensi. Sekelompok tim dokter hewan, yang dipimpin oleh Richard Kock dari Royal Veterinary College di Hatfield, UK, terbang pada hari Jumat ke Kazakhstan.

“Ini sangat dramatis dan traumatis, dengan angka kematian 100 per sen,” kata Kock New Scientist dari Betpak-Dala di pusat Kazakhstan. “Saya tahu tidak pernah ada dalam sejarah kematian hewan seperti ini, membunuh semua binatang dan semua calves.” Hewan-hewan mati melalui diare berat dan kesulitan bernapas.

Tiga Kemungkinan

saiga_antelope_wwfwallpaper
Dari sampel jaringan yang dikumpulkan sebelumnya oleh para peneliti Kazakhstan, Kock dan rekan telah mempersempit penyebabnya menjadi tiga kemungkinan. Salah satunya adalah septikemia hemolitik, disebabkan oleh bakteri yang biasanya tidak berbahaya, dan yang juga membunuh kerbau.

Kemungkinan lain, cenderung pelakunya adalah penyakit hemoragik epidemi, penyakit virus yang ditularkan oleh nyamuk. “Kami harus melakukan tes lagi untuk memastikannya,” kata Kock.

 Kemungkinan lainnya adalah toksemia disebabkan oleh bakteri clostridium. “Kita perlu semua tes lab untuk segera diselesaikan dan analisis yang komprehensif sebelum kita dapat mencapai kesimpulan tegas.”

Alasan begitu banyak hewan mati sekaligus terkait dengan fakta bahwa Induk betina diwilayah itu semuanya melahirkan dalam waktu satu minggu secara serentak, hal ini menjadi kondisi yang ideal untuk penyakit bisa menyebar diantara Induk dan anak-anaknya.

Pada tahun 2014, diperkirakan ada 200.000 hewan di Betpak-Dala, dengan lebih 60.000 di daerah lain di Asia Tengah, turun dari lebih dari satu juta Antelope pada 1990-an.#

Facebook Comments