SatuNusaNews – Mahkamah Agung pernah teledor dalam sebuah amar keputusannya yang menuliskan mantan rektor Universitas Syah Kuala Banda Aceh Prof. DR. DARNI M. DAUD, MA Bin M. DAUD beragama Kristen Protestan. Kecerobohan tersebut tertuang dalam Keputusan Mahkamah Agung No. 1045 K/PID.SUS/2014.

Dalam keputusan tersebut terang ditulis Prof. DR. DARNI M. DAUD, MA Bin M. DAUD beragama kristen protestan. Padahal sebagai mana diketahui Prof. DR. DARNI M. DAUD, MA Bin M. DAUD pernah maju sebagai calon gubernur Aceh 2012-2017 berpasangan dengan Dr.Tgk.Ahmad Fauzi, M.Ag dari jalur independen. Saat itu pemilihan gubernur Aceh dimenangkan oleh pasangan dr. Zaini Abdullah – Muzakkir Manaf dari Partai Aceh.

Prof. Darni M. Daud dipastikan beragama Islam. Beliau pernah menjabat Komisi Penyuluhan dan Pendidikan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Aceh. Prof. Darni M. Daud adalah mantan rektor Universitas Syah Kuala (Unsyiah) periode tahun 2006 s/d tahun 2010, dan periode tahun 2010 s/d tahun 2014 (Namun pada tanggal 2 Januari 2012 diberhentikan dari jabatan Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) masa jabatan tahun 2010 s/d tahun 2014).

Prof Darni dilahirkan di Pidie, pada 25 Juli 1961.

Aceh, Prof. Darni M Daud dijebloskan ke rutan Khaju Aceh Besar oleh Kejaksaan Tinggi Aceh. Darni ditahan terkait kasus korupsi dana APBD senilai Rp 3,6 miliar. Selain Darni, jaksa juga menahan sejumlah pejabat tinggi Unsyiah yakni mantan Dekan FKIP, Prof. DR. Yusuf Aziz dan kepala keuangan Program Guru Daerah Tertinggal (Gurdacil) Muchlis. Penahanan terhadap ketiga pejabat tinggi Unsyiah itu dilakukan oleh tim jaksa penuntut umum Banda Aceh pada Selasa (24/9) sekitar pukul 16.00 WIB.

Keputusan Majelis Hakim Kasasi Mahkamah Agung tertanggal 18 Agustus 2014 itu diketuai Hakim Agung Dr. Artidjo Alkostar, S.H., LL.M. Salinan putusan ditandatangani oleh Panitera Muda Pidana Khusus, Roki Panjaitan, S.H. #

Facebook Comments