SatuNusaNews – Massa buruh membanjiri Gelora Bung Karno dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional 1 Mei 2015. Hari buruh yang dikenal dengan sebutan May Day diisi dengan tuntutan perbaikan nasib buruh di tanah air.

Massa FSPMI melakukan aksi teaterikal menyemarakkan May Day kali ini. Bertajuk “Petruk Jadi Raja”, aksi ini menggambarkan seorang “Petruk” yang disorong-sorong menjadi raja yang memimpin rakyatnya.

Namun “Sang Petruk” terlihat digambarkan sebagai raja yang lemah dan bodoh. Di belakangnya, terdapat dua orang yang terus membisiki “Sang Petruk” untuk membuat kebijakan yang tidak pro rakyat seperti menaikkan harga-harga, tidak peduli dengan nasib rakyat kecil, menjual aset-aset kerajaan. Akibatnya “Sang Petruk” menjadi raja boneka yang dikendalikan oleh dua orang di belakangnya.

Teaterikal FSPMI sepertinya menyindir kondisi pemerintahan saat ini dan menyita perhatian para buruh lain. #

 

Facebook Comments