AdalahPay

SatuNusaNews – Aktifis perempuan Nanik S Deyang mengkomentari tidak solidnya mahasiswa Indonesia dalam mengkritisi pemerintahan Joko Widodo. Menurutnya demo Istana tak lebih dari seremonial belaka. Menurutnya saat ini konsentrasi mahasiswa sengaja dipecah agar tidak tercipta demostrasi besar seperti 1998.

Pernyataan Nanik S Deyang tersebut ditulis ulang oleh sastrawan sekaligus aktifis pemerhati sosial Jonriah Ukur atau yang dikenal dengan Jonru di akun Facebooknya.

Dalam statusnya tersebut, aksi mahasiswa sengaja di pecah antara demo di Istana Negara dan Gedung DPR. Dengan 2 lokasi berbeda, mahasiswa menjadi bingung dan sulit untuk saling berkoordinasi. Memecah lokasi demo hanya menjadikan demo tidak lagi bermassa besar dan tidak menarik bagi media untuk memberitakannya.

Nanik S Deyang mengatakan bahwa demo ke Istana hanyalah aksi seremonial karena tidak memiliki tujuan jelas. Toh saat ini Presiden ke Surabaya, sehingga Istana hanya gedung kosong. Beda dengan demo ke Gedung DPR, dimana aspirasi disampaikan kepada wakil rakyat. Dan kemudian mendesak wakil rakyat memanggil Presiden untuk mempertanggungjawabkan kebijakannya yang tidak pro rakyat.

Di ujung status facebook Jonru, Nanik mengajak mahasiswa agar kembali bersatu dan menggunakan hati nurani, bukan karena kepentingan pribadi atau golongan.

Berikut status lengkap akun Facebook Jonru:

Copas penting dari Nanik S Deyang:

JANGAN TERKECOH. Melihat perkembangan aksi demo tanggal 20-21, saya mulai bertanya -tanya dalam benak saya, kenapa ada aksi teman-teman yang demo ke DPR dan kenapa aksi demo ke Istana ? Mengapa demonstran tidak solid , tidak seperti tahun 1998, yg fokus ke DPR.

Dalam logika saya, buat apa kita demo ke istana. IStana itu hanya icon (barang mati). Apalagi di dalam Istana itu sendiri Presidennya ke Surabaya ( 20 Mei) . Terlepas dari itu, apa yg diharap dari kita teriak-teriak di Istana, bukankah yg bisa memanggil Presiden untuk mempetangungjawabkan kinerjanya itu DPR? Bukan Istana! Artinya apa? Artinya demo yg benar adalah ke DPR, dan kepada DPR-lah demonstran bisa mendesak DPR untuk memanggil Presiden, bila dipandang kinerja Presiden tidak benar.

Jadi pesan saya pada masyarakat dan adik-adik Mahasiswa, Anda semua jangan terkecoh. Demo yg efektif menurut hemat sy ya ke DPR, kalau demo di Istana ini kesannya jadi kayak seremonial aja (sory sy harus ngomong apa adanya, karena banyak agenda yg bikin rakyat terkecoh).

Satukan langkah , tolong semua yg demo kembalikan ke hati nurani. Ayo terus berjuang utk Indonesia yg lebih baik, bukan untuk kepentingan pribadi dan golongan. #

Facebook Comments