SatuNusaNews – Lembaga Kemanusiaan Internasional (IHH) yang berpusat di Istanbul, Turki, mengajak pemerintah Indonesia untuk membantu rakyat Suriah yang saat ini ditindas di negaranya dan lebih 300.000 jiwa dbantai oleh rezim Basyar Asad.

Empat tahun sudah berlalu. Ada sekitar 12,2 juta orang saat ini yang memerlukan bantuan kemanusiaan, termasuk lebih 5 juta anak. Sekitar 9,8 juta orang rawan pangan, dan 11,6 juta jiwa membutuhkan air bersih serta sanitasi.

“Kami mengajak pemerintah dan parlemen Indonesia untuk melihat langsung keadaan rakyat Suriah, khususnya yang ada di perbatasan Turki-Suriah, sehingga mengetahui bagaimana kondisi mereka,” kata Kepala Biro Internasional IHH, Izzet Sahin, saat menerima kunjungan delegasi Kemanusiaan Forum Indonesia Peduli Syam (FIPS) di Istanbul, Turki, Jumat (29/05) lalu sebagaimana dikutip dari Salam Online.

IHH yang didukung pemerintah Turki, juga mendapat dukungan dari ratusan NGO dari seratusan negara lainnya. IHH hadir di Palestina, Suriah, Irak, Lebanon, Yordan, Afghanistan, Moro (Filipina), Uighur (Cina), Afrika Tengah, Arakan (Muslim Rohingya), dan masih banyak lagi, termasuk Indonesia, dengan membawa pesan dan misi kemanusiaan.

“Karena itu, kami meminta parlemen dan pemerintah Indonesia untuk turut membantu rakyat Suriah yang saat ini sangat memerlukan bantuan. Jangan karena isu ISIS, rakyat Suriah yang sangat membutuhkan bantuan, jadi terabaikan,” lanjut Sahin.

PBB sendiri telah menetapkan bahwa tragedi yang terjadi di Suriah sekarang adalah sebagai krisis kemanusiaan abad ini.

Delegasi Forum Indonesia Peduli Syam pada Kamis (28/5) lalu berangkat menuju Istanbul untuk mengikuti serangkaian yang digelar IHH seperti peringatan 5 tahun kebiadaban Zionis menembaki kapal Mavi Marmara Turki saat menjalankan misi kemanusiaan membantu rakyat Gaza, Palestina, dan Court Hearing kasus tersebut di pengadilan Istanbul.

Kemudian, bersama IHH, FIPS mengunjungi dan menyerahkan bantuan kepada para pengungsi Suriah di perbatasan Turki-Suriah. FIPS juga bertemu dengan para ulama Syam yang tergabung dalam Majelis Islam Suriah dan Ikatan Ulama Syam yang sementara ini berkantor di Istanbul.

Keberangkatan delegasi kemanusiaan FIPS ini dilepas secara resmi oleh Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dan Fahri Hamzah di Gedung Nusantara III Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (28/5) lalu. Fadli Zon sendiri berharap Indonesia turut berperan aktif membantu krisis kemanusiaan yang terjadi di Suriah. “Jangan sampai masalah kemanusiaan yang terjadi di Suriah ini tertutupi oleh isu ISIS,” kata politisi dari Gerindra itu.

Sementara Wakil Ketua DPR lainnya, Fahri Hamzah, berharap kerjasama kemanusiaan untuk Suriah tak hanya dilakukan antar NGO. “Tetapi saya berharap kerjasama kemanusiaan ini berlanjut antar parlemen Indonesia dengan parlemen Turki dan G to G (pemerintan Indonesia dengan Turki, red),” ujar politisi dari PKS ini.

Menyertai delegasi kemanusiaan FIPS ini adalah Ahmad Michdan (pengacara Muslim), Fahmi Salim (anggota pengurus MUI), Mustafa Nahrawardaya (aktivis Muda Muhammadiyah), Abu Harits (Sekjen FIPS), dan sejumlah relawan serta beberapa jurnalis, baik cetak, online maupun televisi. #

 

Keterangan gambar: Delegasi Kemanusiaan FIPS saat berdialog dengan lembaga kemanusiaan internasional IHH di Istanbul, Turki, Kamis (29/05) (Photo: salamonline)

Facebook Comments