AdalahPay

SatuNusaNews – Lagi, dalam 6 bulan terakhir, banyak pasar-pasar tradisional terbakar di Indonesia, khususnya di kota-kota besar. Sekarang Pasar Johar di Semarang, terjadi sekitar hari Sabtu malam (9/5/2015) sekitar pukul 20.00 WIB.

Seperti dikutip dari laman CNN, Kebakaran diduga dari arus pendek listrik, diketahui pertamakali dari salah satu kios pakaian.

Hingga pukul 01.30 WIB api masih membakar pasar yang terdapat 1.000 pedagang dengan nilai transaksi uang mencapai belasan hingga puluhan miliar rupiah per hari.

Sebelumnya, seperti yang dipantau oleh tim SNN, sebanyak delapan unit kios di Pasar Soreang Kabupaten Bandung terbakar dilalap si jago merah sekitar pukul 18.45 WIB, Jumat (10/4/2015). Namun beruntung api bisa segera dipadamkan sehingga tidak merembet ke kios lainnya.

Lalu pasar Kota Pasangkayu,Mamuju juga hangus terbakar pada selasa 10 Maret 2015 dini hari. Penyebabnya juga sama, aliran listrik.

Masih dalam ingatan juga, Pasar Klewer Solo yang terbakar akhir tahun lalu, penyebabnya juga sama karena aliran arus pendek listrik. Kebakaran ini tentu saja berdampak bagi pedagang-pedagang tradisional yang kiosnya ikut terbakar karena kejadian tersebut.

Menurut data DPP Ikatan Pedagang Pasar Tradisional (IKAPPI) yang dikutip oleh tim SNN,  dalam rentang waktu Januari hingga April 2015, telah terjadi lebih dari 50 kebakaran pasar tradisional besar, dan 90 pasar kecil di seluruh Indonesia, artinya setiap hari ada kebakaran pasar yang terjadi.

Dalam hal ini, tim SNN menilai bahwa pemerintah harusnya ikut bertanggung jawab atas banyaknya kebakaran yang terjadi, karena pada umumnya pasar tradisional tidak dilengkapi oleh unsur-unsur proteksi kebakaran.

Pemerintah sampai saat ini masih terlihat mengabaikan pasar tradisional yang justru di pasar tradisional adalah pelaku-pelaku ekonomi kerakyatan yang telah berjasa terhadap tumbuh dan berkembangnya perekonomian.#

Facebook Comments