SatuNusaNews – Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain minta bangsa Indonesia mengambil pelajaran dari apa yang terjadi di Burma terhadap etnis Muslim Rohingya. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam Diskusi Publik Nestapa Kemanusiaan Save Rohingya yang diadakan oleh PP Muhammadiyah Kamis (21/05) lalu.

Tengku Zulkarnain mengatakan bahwa apa yang terjadi di Burma diawali oleh sikap tidak bersahabatnya mayoritas Budha terhadap etnis Rohingya yang beragama Islam. Sikap tidak bersahabat tersebut lebih disebabkan karena dianggap etnis Rohingya tidak sama dengan warga Burma lainnya yang berkulit lebih putih dan menganut agama Budha.

Perbedaan tersebut memicu perlakuan berbeda pula pada etnis minoritas. Sehingga dalam banyak aspek mendapatkan perlakuan berbeda seperti pelayanan publik, keamanan, kesehatan, dan pendidikan.

Namun beliau tidak menapik adanya faktor tidak tau diri sebagai warga minoritas juga menjadi faktor pencetus tambahan konflik tersebut. “Bisa jadi mereka (Muslim Rohingya -red) itu ngelunjak karena keegoisan mereka disana,” sebut Tengku Zulkarnain.

Kejadian ini menjadi pelajaran bagi siapapun agar minoritas harus lebih bisa menjaga keharmonisan bermasyarakat. “Tapi itu sebenarnya teguran juga buat pihak-pihak minoritas manapun. Bahwa harus menjaga toleransi umat beragama dan lain-lain,” lanjutnya. #

Facebook Comments