AdalahPay

SatuNusaNews РBupati Purwakarta, Dedi Mulyadi bertekad memberantas praktek rentenir di wilayahnya. Tekad tersebut dituangkan Kang Dedi dalam nota kesepahaman dengan pihak kepolisian untuk menghadang praktik itu secara hukum.

Rentenir akan diberantas di Kabupaten Purwakarta. Pemkab Purwakarta pekan depan akan membuat memorandum of understanding (MoU) dengan Polres Purwakarta untuk menindak usaha simpan pinjam uang berkedok koprasi tersebut.

“Kami mendesak polisi menangkap oknum usaha berkedok Kosipa (koperasi simpan pinjam) fiktif ini, sebab rentenir kami nilai merupakan tindak kejahatan ekonomi dalam bentuk bank gelap. Jadi Polisi sebagai penegak hukum harus berperan, karena ada pelanggaran hukum,”ungkap Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Kamis (07/05).

Selain membuat Nota kesepahaman dengan polisi, Pemkab Purwakarta juga berencana melaporkan secara langsung keberadaan rentenir ke polisi. Karena keberadaan mereka dianggap telah merusak ekonomi masyarakat.

“Rentenir hanya menguntungkan sesaat, tapi kemudian merugikan para peminjam uang. Sebab pinjaman uang rentenir ini berbunga tinggi,”tutur dia.

Pemkab Purwakarta, kata Dedi, belum menerima laporan berapa jumlah rentenir berkedok koprasi di Purwakarta. Hanya saja, pihaknya akan menerjunkan tim yang berkerja sama dengan kepolisian untuk mengidentifikasi jumlahnya.

Dedi menjelaskan, menjamurnya rentenir dan banyaknya masyakat yang memilih meminjam uang ke ke koprasi fiktif ini akibat lemahnya peran lembaga keuangan, dalam hal ini pernankkan. Sebab, Bank gelap (rentenir) bisa hilang jika bank lebih agresif.

“Bank itu harus lebih agresif menyalurkan dana kredit modal dan sejenisnya. Saya yakin rentenir tidak akan ada,” ujar dia. Demikian dikutip dari¬†OkeZone. #

Facebook Comments