AdalahPay

SatuNusaNews – Gubernur Jabar Ahmad Heryawan yang biasa disapa Kang Aher santai saja menyikapi wacana pemeriksaan dirinya terkait Stadion Gedebage yang kemudian disebut Stadion Bandung Lautan Api (BLA) oleh pihak kepolisian. Stadion megah tersebut sedianya akan digunakan sebagai venue utama PON 2016.

“BLA kan bantuannya dari Provinsi ya wajar saja kalau ada keterangan dari Gubernur,” ujar Kang Aher santai di Gedung Sate, Kamis (30/04) seperti dikutip dari laman Republika.

Aher mengatakan, dirinya hanya bertanggung jawab terhadap pencairan dana untuk pembangunan BLA. Terkait penggunaan anggaran, ia mengaku hal tersebut menjadi tanggung jawab pengguna anggaran.

“Kalau bantuan gak saya tandatangani kan gak jadi dong pembangunannya, gak ada BLA dong kalau gak ada tandatangan. Sebatas itu,” katanya.

Menurut Aher, seharusnya pengguna anggaran bisa lebih tertib dalam menggunakan anggaran maupun bantuan dari provinsi. Karena, yang bertanggung jawab adalah pihak menggunakan anggaran. Jadi, kalau gubernur yang harus bertanggung jawab, akan enak banget yang tandatangan pencairan gubernur terus yang menggunakan anggaran yang dibawah, tapi ketika salah gubernur juga yang harus bertanggung jawab.

“Kalau yang salah yang dibawah tapi yang tanggung jawab Gubernur, semua Gubernur akan masuk penjara dong,” katanya.

Aher mengaku pihaknya belum menerima hasil kajian dari Kemen-PU terkait Stadion BLA. Maka dari itu, Ia belum bisa memastikan apakah pembukaan PON 2016 masih akan dilangsungkan di GBLA atau tidak.

“Yang jelas kepastiannya dululah apakah GBLA bisa digunakan atau tidak,” katanya.

Kalau bisa diperbaiki, kata dia, berarti yang rusak akan diperbaiki. Kalau tidak bisa, maka Pemprov Jabar akan mencari tempat lain untuk pembukaan PON. “Sampai saat ini saya belum menerima infonya,” katanya.

Saat ini, pembangunan proyek stadion megah tersebut bermasalah dan telah menyeret pejabat Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Bandung YAS sebagai tersangka korupsi. #

 

Facebook Comments