AdalahPay

SatuNusaNews РDPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) instruksikan seluruh kadernya untuk melakukan aksi mengepung istana untuk melanjutkan agenda reformasi jilid 2 guna mengkritisi pemerintahan Jokowi yang dianggap tak berpihak pada rakyat.

Jelang peringatan 20 Mei, kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dari berbagai penjuru daerah mulai berdatangan ke Jakarta. Ini dilakukan dalam rangka konsolidasi nasional meluruskan Kiblat Bangsa yang akan digelar secara tiga hari berturut-turut mulai hari ini (Selasa, 19/5) di depan Istana presiden dan Senayan.

“DPP IMM juga telah mengintruksikan kader se-Indonesia untuk turun ke jalan mulai tanggal 19 hingga 21 Mei. Bahkan jika diperlukan sepanjang hari sampai tumbuh kesadaran seluruh anak negeri bahwa reformasi jilid 2 atau bahkan revolusi adalah hal yang mendesak,” ujar Ketua Bidang Hikmah DPP IMM Taufan Putrev Korompot Selasa (19/05)¬†seperti dikutip dari laman SangPencerah.com.

Dijelaskan Taufan bahwa untuk aksi di Jakarta ini akan digelar bersama beberapa organisasi kepemudaan dan mahasiswa nasional. Di antaranya GPII, Himmah Alwasliyah, Hima Persis, PMKRI, Kopma GPII, Pecat, Proja, Pitulungan Banten, dan BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah se Jakarta, Jabar dan Banten. Sementara untuk organ intra kampus yang bergabung adalah BEM UIN Jakarta dan BEM IAIN Banten.

“Hasilnya, ribuan mahasiswa dan pemuda siap kepung istana dan senayan menuntut dihentikannya rezim penindas rakyat. Aksi ini digelar tanggal 19 sampai 21 Mei 2015,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP IMM Beni Pramula menjabarkan bahwa dalam konsolidasi nasional ini banyak hal yang akan didiskusikan, utamanya mengenai retorika omong kosong yang ditampilkan rezim Jokowi.

“Mulai dari agenda trisakti, ekonomi berdikari, yang hanya sekadar lips service hingga mencabut subsidi BBM yang merupakan kebijakan neolib,” ujarnya.

IMM, lanjut Beni, memandang bahwa kiblat bangsa tidak lagi kepada Nilai-nilai ke-Tuhan-an, kemanusiaan universal, dan tidak lagi pada cita-cita menuju kesejahteraan rakyat. Tapi sudah berkiblat pada para elit politik, korporat, dan negara neo-imperialis, yang membawa misi neo-imperialisme di negeri ini.

“Oleh karena Itu, kami menyerukan kepada anak bangsa di-seluruh penjuru negeri untuk pererat ikatan, satukan barisan, dan bersama-sama kita luruskan arak kiblat bangsa. Lawan rezim neolib bercover merakyat ini!” seru Beni. #

Facebook Comments