SatuNusaNews – Lembaga kemanusiaan Internasional IHH, diwakili oleh Kepala Biro Internasional IHH, Izzet Sahin menerima kunjungan delegasi Kemanusiaan FIPS di kantonya di Istanbul,Turki.

Dalam sambutannya, beliau mengajak parlemen dan pemerintah Indonesia untuk melihat langsung fakta keadaan rakyat Suriah, khususnya pada beberapa pengungsian di perbatasan Turki-Suriah.

“Ini perlu kami tegaskan, bahwa tak ada yang terkait ‘terorisme’ yang kami bantu dalam tragedi kemanusiaan di Suriah ini,” ungkap Izzet Sahin.
“Tentu sangat disayangkan, hanya lantaran isu ‘terorisme’, misi kemanusiaan dari Indonesia untuk Syam, khususnya Suriah, mengalami kesulitan dalam menyalurkan bantuan,” sesalnya.

Kepada delegasi FIPS Sahin menegaskan, perlunya parlemen dan pemerintah Indonesia melihat langsung fakta yang terjadi di lapangan. “Tak ada dalam daftar misi bantuan kemanusiaan yang kami lakukan yang terkait dengan’terorisme’,” ungkapnya.

Kepada tim SatuNusaNews, salah satu delegasi FIPS, Mustofa Nahrawardaya , aktivis muda Muhammadiyah, menambahkan bahwa isu terorisme tentang ISIS berlebihan.

” Kita jadi tahu setelah ada di Turki, bahwa di dalam Negeri Turki sendiri isu ISIS hanya seperti debu.Tidak seperti di Indonesia yg lebay,” ujarnya via telepon kepada tim SatuNusaNews.

Delegasi FIPS juga mengunjungi kamp pengungsian rakyat Suriah di perbatasan Turki yang dikelola IHH. FIPS akan menyalurkan bantuan dari Muslim Indonesia untuk rakyat Suriah, termasuk lembaga pendidikan Tahfidz Al-Qur’an yang dikelola para ulama Suriah.

Selain itu, delegasi kemanusiaan FIPS akan diterima Rabithah Ulama Syam dan Majelis Islam Suriah di bawah pimpinan Syaikh Dr Usamah Ar-Rifai yang saat ini berkantor di Istanbul.#

Facebook Comments