SatuNusaNews – Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) akhirnya memenangkan kubu Aburizal Bakrie alias Ical dalam kasus dualisme Partai Golkar, Senin (18/5). Dalam putusan yang dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim, Teguh Satya Bhakti menyatakan mengabulkan sebagian gugatan yang diajukan oleh Aburizal Bakrie. Dan kubu Agung Laksono atau Menteri Hukum dan HAM, sebut Teguh, berhak untuk mengajukan banding dalam waktu 14 hari jika tidak puas dengan keputusan tersebut.

“Mengabulkan sebagian gugatan yang diajukan oleh penggugat Aburizal Bakrie,” kata Teguh. Keputusan Teguh itu membuat kubu Ical yang datang ke siang berteriak, dengan senangnya.Salah satu teriakan kencang keluar dari Wali Ketua Umum Golkar kubu Ical, Nurdin Halid yang datang sejak awal.

Teguh lalu melanjutkan dengan menyebutkan sebagian gugatan kubu Ical yang dikabulkan oleh majelis hakim, yaitu, menyatakan membatalkan keputusan atau SK Menkumham tentang AD/ART Partai Golkar. Kemudian, mewajibkan tergugat intervensi yakni Agung Laksono untuk mencabut Keputusan atau SK Menkumham tentang AD/ART dan Kepngurusan Partai Golkar. “Mewajibkan tergugat dan tergugat intervensi tanggung renteng biaya pengadilan,” kata Teguh.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Golkar versi Munas Bali Nurdin Halid yakin bakal memenangi gugatan sengketa partai yang digelar di Pengadilan Tata Usaha Negara, Jakarta Timur, Senin (18/5). Nurdin meyakini Aburizal Bakrie akan memimpin partai beringin yang kini terbelah oleh dualisme kepemimpinan.

Meski demikian, Nurdin menghendaki siapapun nantinya yang kalah dalam pertarungan hukum administrasi partai kali ini bisa legowo dan tidak menempuh upaya hukum lanjutan, ujarnya seperti yang dikutip dari CNN.#
 

Facebook Comments