AdalahPay

SatuNusaNews – Kinerja perekonomian nasional sepanjang tiga bulan pertama tahun ini terlihat lambat. Meskipun Badan Pusat Statistik (BPS) baru akan mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi pekan depan, tapi para ekonom menyatakan terjadi pelambatan ekonomi, dengan perkiraan pertumbuhan tak sampai 5%.

Pelambatan ekonomi terlihat jelas. Indikasi yang paling jelas adalah lambatnya penyaluran kredit perbankan dan kegiatan ekspor impor.

Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit perbankan hingga Februari 2015 hanya mencapai 12% dalam setahun terakhir. Pertumbuhan kredit ini sangat rendah, karena tahun lalu di atas 18%.

Lambatnya pertumbuhan ekonomi ini terjadi di berbagai sektor, diantaranya ekspansi sektor swasta (korporasi) dan industry pengolahan. Hasil survey menunjukkan hasil yang lebih rendah dari triwulan sebelumnya.

“Industri lesu karena permintaan masyarakat juga lemah,” kata Doddy Ariefianto, Ekonom Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Selama ini konsumsi masyarakat merupakan penopang laju perekonomian. Selain karena masyarakat masih menahan diri untuk berbelanja karena banyaknya tekanan di masyarakat, mulai dari kenaikan harga barang dan jasa serta pelemahan nilai tukar rupiah, menyebabkan tingkat belanja berkurang. Walhasil, sektor swasta terkena imbasnya.

Gubernur BI Agus Martowardojo dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengakui kondisi ekonomi saat ini cukup sulit. Namun, pemerintah dan BI masih melihat ada potensi pertumbuhan ekonomi di atas 5%.#

 

 

Facebook Comments