AdalahPay

SatuNusaNews – Anggaran program Jaminan Kesehatan Masyarakat Purwakarta Istimewa (Jammpis) mengalami peninggkatan. Peningkatan terjadi disebabkan naiknya tarif pembayaran ke Rumah Sakit, serta meningkatnya warga yang menjadi peserta Jammpis.

Anggaran  program Jammpis yang semula Rp 14 miliar kini menjadi Rp 26 miliar. “Dengan kenaikan anggaran ini, warga yang menjadi peserta Jammpis juga meningkat.” ujar Sri Aryani yang menjabat sebagai Kasi Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Minggu (17/5/2015).

Peningkatan Anggaran Jammpis ini untuk menyesuaikan tarif baru Indonesia Case Based Groups (INA CBG’s) dan meningkatnya jumlah peserta Jammpis. Peserta Jammpis yang meningkat disebabkan banyaknya warga yang belum terlayani oleh Jamkesmas dan BPJS dari Pemerintah Pusat.

“Masyarakat yang terlayani oleh Jammpis ini, merupakan warga yang tidak terlayani oleh Jamkesmas atau BPJS. Sehingga, bisa dibayangkan jumlahnya akan jauh lebih banyak dari jumlah peserta layanan kesehatan lainnya. Bahkan, banyak peserta BPJS mandiri yang tidak bayar premi, akhirnya terlayani oleh Jammpis,” lanjut Sri.

Sejak  tahun 2013, Pemkab Purwakarta membuat kebijakan perlindungan dan jaminan kesehatan untuk masyarakat di luar peserta Jamkesmas dan Jamsostek sosial. Masyarakat cukup membawa fotokopi kartu keluarga (KK), KTP, dan surat rujukan dari puskesmas setempat. Nantinya warga Purwakarta yang sakit akan dilayani di 11 Rumah Sakit di Purwakarta dan Bandung secara Gratis. #

Facebook Comments