bjbSatuNusaNews -Bank Jabar Banten (BJB) Purwakarta keluarkan kartu elektronik PNS Pemkab Purwakarta untuk mempermudah para abdi negara ini dalam bertransaksi di BJB. Launching kartu elektronik PNS ini digelar dalam bentuk nota kesepahaman BJB Purwakarta dengan Pemkab Purwakarta, di Bale Nagri Setda Purwakarta, akhir pekan lalu.

Menurut Kacab Bank Jabar Banten Purwakarta keluarnya kartu pegawai ini sangat membantu PNS yang selama ini bertransaksi di BJB. Salahsatunya dalam transaksi rutin pengambilan gaji pegawai setiap bulan. Termasuk hitungan potongan gaji jika yang bersangkutan memiliki cicilan atas pinjaman yang dilakukan di BJB.

“Iya, banyak. Jika PNS punya cicilan pinjaman, otomatis sudah ada hitungan potongan gajinya. Yang jelas banyak sekali manfaatnya. Bisa mengecek saldo gaji tabungan yang masuk, SMS banking. Jadi tak ubahnya kartu ATM, tapi ini kartu pegawai juga. Jadi multifungsi,” jelasnya.

Dirinya juga menjelaskan jika selama ini pengambilan rutin gaji PNS dilakukan dengan penarikan menggunakan slip dan buku tabungan di bank, maka setelah adanya kartu pegawai elektronik ini, gaji tiap bulan otomatis masuk ke rekening PNS dengan pemberitahuan melalui SMS banking.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menyambut baik terobosan BJB ini. Menurutnya ini salah satu ikhtiar percepatan dalam upaya menggenjot kinerja para pegawainya. Ada tiga faktor yang dapat ditingkatkan terkait keluarnya kartu elektronik PNS ini.

“Jadi efektifitas, efisiensi, dan percepatan kinerja para abdi nagri ini bisa dilakukan dengan terobosan keluarnya kartu ini,” terang Dedi.

Namun begitu, Dedi berpesan agar para pegawai terus meningkatkan kapasitasnya dalam bekerja. Jika pihak BJB sudah berikhtiar untuk membantu transaksi keuangan para pegawainya ini, maka PNS diharapkannya agar terus mengabdi berdasarkan kemampuan yang dimilikinya.

Lebih jauh, Dedi berpesan agar BJB yang merupakan satu-satunya bank berkaitan langsung dengan para PNS ini, tidak mudah memberikan kredit pinjaman kepada PNS yang masih memiliki cicilan kreditnya.

“Tapi jangan juga BJB dengan mudah menambah kredit pinjaman bagi PNS yang masih punya hutang. Kan sering terjadi tuh, karena PNS nya naik jabatan dan tunjangannya, maka dengan mudah ditambah kreditnya, ini kan berpengaruh pada kinerja PNS itu sendiri, pendapatan semakin gede, tapi pinjem nya juga makin gede.”, pungkas Dedi. Demikian dikutip dari Humasy Purwakarta. #

Facebook Comments