AdalahPay

SatuNusaNews – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengumumkan bahwa benar telah beredar beras sintetis berbahan plastik di Kota Bekasi. Pengumuman tersebut dilakukan setelah selesainya hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan oleh Succofindo terhadap sample beras yang dicurigai beras palsu tersebut.

Pemerintah Kota Bekasi mengumumkan hasil tes laboratorium beras sintetis yang dilakukan oleh Succofindo. Hasilnya, beras tersebut mengandung polyfiner yang merupakan bahan baku pipa plastik.

“Mengidentifikasi adanya kandungan senyawa yang identik denganpolyfiner. Ini bahan baku pipa plastik,” ujar Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Kantor Wali Kota Bekasi dikutip dari laman Kompas Kamis (21/05).

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Kepala Kesatuan Kebangsaan dan Politik Momon Sulaiman, Kabag Humas Mohamad Jufri, Kepala Dinas Perdagangan Kota Bekasi Abdul Iman, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Kota Bekasi Aceng Solahudin, dan pihak Succofindo.

Informasi mengenai beras sintetis mencuat setelah salah seorang penjual bubur di Bekasi, Dewi Septiani, mengaku membeli beras bersintetis. Dewi mengaku membeli enam liter beras yang diduga bercampur dengan beras plastik. Beras tersebut dia beli di salah satu toko langganannya.

Dewi memang biasa membeli beras dengan jenis yang sama di toko tersebut seharga Rp 8.000 per liter. Keanehan dari beras tersebut dia rasakan setelah mengolahnya menjadi bubur. Selain itu, jajaran Kepolisian Sektor Bantargebang, Bekasi, menutup sebuah toko yang diduga menjual beras sintetis kepada Dewi Septiani, penjual bubur di Mutiara Gading Timur.

Penutupan itu memang tindak lanjut dari laporan warga dan juga kabar yang beredar di media sosial mengenai peredaran beras sintetis di Bekasi. Selain menutup toko tersebut, polisi juga mengambil sampel beberapa karung beras untuk diuji di laboratorium. Keaslian dari beras tersebut baru akan dipastikan setelah tes dilakukan.

Sementara itu, beredar video yang diduga pabrik pembuatan beras sintetis berbahan plastik di media berbagi video Youtube yang sepertinya ada di Negeri China.

Tidak dijelaskan lokasi dan keterangan tambahan di video tersebut. #

Facebook Comments