SatuNusaNews – Kehebohan beras plastik belum juga berakhir. Menurut berita yang diturunkan oleh cnnindonesia, empat laboratorium milik pemerintah telah ditugaskan Pemerintah untuk menguji kandungan sampel beras yang diambil dari Pasar Mutiara Gading, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi yaitu laboratorium milik Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Balai Pertanian Kota Bekasi, Badan Ketahanan Pangan Daerah (BKPD) Provinsi Jawa Barat, dan Badan Pengembangan Mutu Barang Kementerian Perdagangan. Setelah sekian hari hasil penelitian yang mereka lakukan kabarnya semua laboratorium tersebut melaporkan hasil yang negatif kecuali laboratorium Pemkot Bekasi.

Laboratorium yang dikelola oleh badan usaha milik negara (BUMN) PT Sucofindo di Cibitung, Jawa Barat dalam waktu tidak berapa lama, sudah bisa memastikan bahwa sampel beras yang dijual di Pasar Mutiara Gading tersebut mengandung bahan baku pipa paralon yaitu polivinil.

Hasil pemeriksaan sample beras plastik yang dilakukan oleh Sucofindo berbeda dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Laboratorium Forensik Mabes Polri, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Pertanian yang juga ikut meneliti.

Dikutip dari ROL, malah menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) Sucofindo kemungkinan melakukan kekeliruan dalam pemeriksaan sample beras plastik. “Sucofindo mungkin keliru karena 6 lab lainnya tidak” katanya di kantor Wapres, Jakarta, Rabu (27/5).

Sementara itu, terkait ancaman Kapolri Jenderal Badrodin Haiti yang akan memenjarakan pelaku yang menyebarkan isu adanya beras plastik, Wapres memberikan dukungannya. Menurut dia, perlu dilakukan pemeriksaan terhadap setiap informasi yang meresahkan masyarakat.
“Siapapun yang memberikan informasi yang meresahkan masyarakat tentu harus diperiksa karena ini memang meresahkan secara nasional kan, (jadi) harus diperiksa,” tegasnya.

Setelah lebih dari 50 tahun beroperasi, baru kali ini Sucofindo dipersangka kan telah salah dalam melakukan penelitian ilmiah yang notabene adalah pekerjaan mereka sehari-hari. Terkait dengan ancaman Kapolri, sebaiknya laporan dari masyarakat tidak ditanggapi dengan ancaman karena laporan masyarakat tersebut menjadi kontrol sosial yang dapat mempermudah kerja pemerintah dan aparat,  lagipula hasil penelitian dari Pemkot Bekasi dan Sucofindo telah menyatakan Positif ada beras plastik.

Apapun hasil yang diperoleh melalui penelitian yang dilakukan Pemerintah, sudah sewajarnya masyarakat mendapat informasi yang benar dan apa adanya, serta langkah solusi apa yang dapat diberikan oleh pemerintah andaikata beras plastik itu benar-benar ada. Tentu saja masyarakat tidak mengharapkan Pemerintah dan aparat terkait menyembunyikan Informasi yang sebenarnya. Bagaimanapun Jujur itu lebih baik. #

BEras

Sumber :

http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20150521094555-92-54718/lab-sucofindo-lebih-cepat-umumkan-hasil-uji-beras-plastik/

http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/15/05/27/np0dev-jk-dukung-pelaku-penyebaran-isu-beras-plastik-diperiksa

http://economy.okezone.com/read/2015/05/21/320/1153295/kemendag-pemkot-bekasi-wajib-lindungi-warganya-dari-beras-plastik

Facebook Comments