AdalahPay

SatuNusaNews – Acara yang sedianya memperingati hari lahir Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang ke 42 di halaman Balai Desa Ngasem, Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu (10/05) siang kemarin, kosong melompong. Lokasi acara ditinggal pulang oleh ribuan kader yang sebelumnya sempat datang.

Massa enggan memasuki arena acara, dan sebagian besar langsung pulang sesaat setelah acara pengajian dimulai. Bahkan, sempat akan terjadi aksi penurunan gambar oleh beberapa kader PPP, namun hal itu dapat dicegah oleh simpatisan yang lain.

Saat acara berlangsung, ribuan kader Gerakan Pemuda Kabah (GPK) merasa tertipu dengan kegiatan yang beraroma sosialisasi calon bupati tersebut. Mereka lantas memilih “menjawab” pidato pengisi acara dengan mengeraskan suara knalpot sepeda motor, sehingga menimbulkan kebisingan yang memekakkan telinga.

Sekretaris Pimpinan wilayah GPK Jawa Tengah Muhammad Mustafid mengungkapkan, alasan ribuan peserta tidak mau memasuki arena pengajian, karena dipasangnya foto Ketua Umum PPP versi Muktamar Surabaya M. Romahurmuziy alias Romy dalam dekorasi kegiatan tersebut.

Hasilnya, saat pengajian dimulai, pengunjung pengajian yang sebagian besar berasal dari kader GPK meninggalkan lokasi pengajian. Padahal, kader yang datang juga banyak berasal dari luar kota seperti Magelang, Temanggung, dan Yogyakarta.

Bahkan, akibat dari kekecewaan tersebut, GPK sebagai organisasi sayap PPP akan mengevaluasi dukungan pencalonan Nur Jatmiko sebagai Calon Bupati Semarang. “Dukungan untuk Nur Jatmiko kami evaluasi,” tegas Mustafid, saat dihubungi Senin (11/5/2015).

Mustafid mengatakan, DPC PPP Kabupaten Semarang terang-terangan bermain “dua kaki”. ”Ikut sana ikut sini,” tambah Sekretaris GPK itu.

Dalam kegiatan tersebut, imbuhnya, DPC PPP Kabupaten Semarang memasang foto dua Ketua Umum PPP hasil Muktamar Surabaya dan Muktamar Jakarta. “Kami tidak mendukung PPP hasil Muktamar Surabaya disebabkan Romy tidak mematuhi nasihat dari Ulama sepuh kita KH. Maemun Zubair,” kata dia.

Sementara itu, Ketua DPC PPP Kabupaten Semarang Agus Muhajir Tantowi saat dikonformasi terkait “insiden” kemarin, enggan memberi komentar. Namun, dia memastikan kader PPP di Kabupaten Semarang masih solid dan kompak kendati terjadi kisruh di DPP PPP.

“PPP di Kabupaten Semarang tak ada masalah, masih solid dan kompak. Kisruh di tingkat DPP biar diselesaikan DPP, itu permasalahan di atas, bukan di bawah. Yang penting PPP di Kabupaten Semarang kompak dan solid,” kata Agus. Demikian dikutip dari Kompas Online. #

Facebook Comments