AdalahPay

image

SatuNusaNews – Bank Indonesia sebagai regulator sekaligus fasilitator perbankan di Indonesia melaksanakan sosialisasi Gerakan Nasional Non Tunai (GNTT) di Gedung BI Kota Banda Aceh Sabtu (25/04).

Gerakan Nasional Non Tunai adalah gerakan nasional mendorong masyarakat menggunakan sistem pembayaran dan instrumen pembayaran non-tunai dalam melakukan transaksi pembayaran.

Bersama komunitas Kompasiana serta undangan berbagai elemen masyarakat dan akademisi di Aceh, BI memaparkan tentang gerakan non tunai yang telah dicanangkan pada 14 Agustus 2014.

Dalam paparannya, BI menjelaskan bahwa kondisi transaksi ritel di Indonesia sangat didominasi oleh penggunaan uang kontan. Dalam data yang dirilis dari McKinsey & Company, Asia Pasific Payment Trend, Global Payment Summit 2013 terlihat bahwa transaksi ritel 99,4%nya menggunakan uang tunai. Dibandingkan dengan negara tetangga Thailan yang 97,2%, Malaysia 92,3%, dan Singapura 55,5%.

Padahal penggunaan uang tunai dalam transaksi memiliki beberapa kelemahan antara lain biaya produksi uang yang besar, lambatnya proses bertransaksi, dan tidak tercatatnya transaksi memberi celah tindak kriminal dan pencucian uang.

Transaksi non-tunai sendiri memiliki beberapa manfaat antara lain praktis karena kita tidak perlu membawa uang banyak transaksi. Selain itu manfaatnya juga akses transaksi yang lebih luas, transparansi transaksi, efisiensi, dan yang lebih penting adalah pencatatan transaksi lebih lengkap sehingga dapat mendeteksi percobaan pencucian uang.

Selain kartu ATM, kartu kredit, dan kartu debet; kini BI menggalakkan transaksi melalui uang elektronik melalui penerbitan kartu e-money yang melibatkan berbagai bank nasional. Kartu e-money ini ada yang chip based dan ada pula yang server based. Dan enaknya, kalau tidak ingin direpotkan dengan prosedur perbankan, maka ada pula kartu uang elektronik yang tidak perlu proses registrasi sehingga pemegang kartu tidak perlu mendaftarkan dan mencatatkan identitas dirinya kepada penerbit kartu.

Penerbitan uang elektronik ini bermaksud menggiatkan transaksi ritel non-tunai sehingga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan perubahan budaya transaksi perbankan. #

Facebook Comments