AdalahPay

SatuNusaNews – Sebuah sumber menyebutkan bahwa 8 dari 9 terpidana mati telah dieksekusi Rabu (29/04) berkisar pukul 00.25 WIB dini hari di Nusa Kambangan. Satu terpidana yang batal dieksekusi mati adalah Mary Jane.

Sembilan terpidana mati tersebut adalah Mary Jane Fiesta Veloso (Filipina), Myuran Sukumaran dan Andrew Chan (Bali Nine/Australia), Martin Anderson (Ghana), Raheem Agbaje (Nigeria), dan Zainal Abidin (Indonesia), Rodrigo Gularte (Brasil), serta Sylvester Obiekwe Nwolise, dan Okwudili Oyatanze (Nigeria).

Mary Jane disebut-sebut ditangguhkan eksekusi matinya setelah kuatnya tekanan publik yang mengatakan dia bukanlah kurir narkoba. Sesungguhnya Mary Jane hanyalah korban penjualan manusia (trafficking) dan dijebak oleh jaringan mafia narkoba internasional.

Terpidana mati dieksekusi di Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Kedelapan terpidana dieksekusi mati dalam waktu yang bersamaan oleh 8 regu tembak.

Setiap regu tembak terdiri dari 12 orang. Namun hanya 3 senapan yang berpeluru tajam, sisanya 9 senapan hanya berisi peluru hampa. Keduabelas eksekutor tersebut tidak ada yang mengetahui siapa yang memegang peluru tajam untuk mengurangi beban psikologis karena harus menembak mati terpidana.

Regu eksekutor dipimpin seorang komandan regu dan seorang jaksa eksekutor. Jaksa eksekutor dan komandan regu akan memastikan bahwa posisi terpidana sudah di tempatnya, peluru juga sudah dimasukkan. Bila semua sudah siap, komandan regu eksekutor akan melaporkan kepada jaksa eksekutor bahwa pelaksanaan eksekusi dapat dilaksanakan.

Kalau sudah siap, semua sudah di posisi, maka Jaksa Eksekutor yang akan memberi aba-aba laksanakan. Maka setelah itu, para penembak memmbuka posisi senjata yang terkunci dan mulai melakukan tembakan terarah.

Jaksa eksekutor berasal dari kejaksaan negeri setempat, biasanya dari Kejaksaan Negeri Cilacap. Proses rekrutmen jaksa eksekutor juga sangat ketat mengingat tidak boleh adanya kepentingan antara jaksa dengan terpidana mati. #

 

Facebook Comments