AdalahPay

SatuNusaNews – Pemerintah Indonesia telah menyiapkan beberapa proyek yang kemungkinan akan dibiayai melalui pinjaman dari pemerintah China, melalui perbankannya pemerintah China berkomitmen memberikan pinjaman sebesar US$50 miliar untuk pembangunan Indonesia hingga 2019.

Hal ini dibenarkan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, ia (Rini) mengatakan lembaga keuangan China berencana memberi pinjaman senilai 50 miliar dolar AS kepada sejumlah BUMN untuk menggarap proyek infrastruktur pemerintah.

“Komitmen pembiayaan dari China sudah disepakati untuk infrastruktur jalan tol, pelabuhan, pembangkit dan transmisi listrik serta pelayaran,” kata Rini, di sela Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR, di Gedung MPR/DPR-RI, Jakarta, Jumat.

Menurut Rini, sebesar 40 miliar dolar AS akan diperoleh dari China Development Bank dan Industrial and Commercial Bank of China kepada BUMN yang menggarap pembangunan jalan Tol Trans Sumatera.

Selain itu sebesar 10 miliar dolar AS untuk PT PLN (Persero) membiayai pembangunan transmisi listrik dan pembangkit.

Alokasi kepada PLN dimaksudkan mendukung program pembangkit listrik 35.000 megawatt. Menurutnya, pinjaman itu akan digunakan untuk pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera. Kemudian, pembangunan beberapa pelabuhan yang ada di Indonesia juga kemungkinan akan menggunakan pinjaman tersebut.

Proyek kereta cepat yang diinginkan Presiden Joko Widodo, rencananya juga masuk dalam daftar proyek yang dibiayai China.

Namun, belum diputuskan pemerintah, karena akan membandingkan terlebih dahulu studi kelayakan yang dibuat pemerintah Jepang.

“Kami masih finalisasi mengenai teknisnya, feasibility study (uji kelayakan)nya dan financial feasibility study. Hitungannya belum selesai, jadi saya belum bisa menjawab,” tambahnya.

Ia hanya menjelaskan, bahwa segala sesuatunya terkait pinjaman tersebut harus melalui serangkaian studi kelayakan dari aspek teknis maupun efektivitass pembiayaan.

“Seperti Antam, selain diupayakan dari perbankan dari China, juga masih dimungkinkan untuk dibiayai dari perbankan dalam negeri seperti Bank Mandiri, Bank BNI dan bank lainnya,” kata Rini.

Facebook Comments