AdalahPay

SatuNusaNews – Memperingati hari buruh yang jatuh pada Jumat, 1 Mei 2015, serikat-serikat buruh mulai mensosialisasikan kegiatan aksi unjuk rasa. Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) Andi Ghani mengatakan, pihaknya akan menurunkan 150 ribu buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Jakarta, 1 Mei mendatang. Selain di Jakarta, May Day juga akan diperingati oleh 3,5 juta buruh anggota KSPSI di seluruh Indonesia.

Aksi itu diklaim sebagai peringatan May Day terbesar di dunia. Hal itu disampaikan Ghani saat didaulat Presiden Joko Widodo untuk menjelaskan rencana aksi May Day. Meski diklaim sebagai aksi May Day terbesar di dunia, Ghani menjamin tidak akan ada aksi pemblokiran jalan tol, bandara dan akses vital lainnya yang dilakukan para buruh dalam aksi May Day

Setelah shalat Jumat, massa akan bergerak menuju stadion Gelora Bung karno untuk melanjutkan perayaan May Day hingga pukul 17.00. Dalam acara May Day Fiesta ini, ada panggung besar yang akan menghibur para buruh sambil meneriakkan yel-yel masing-masing konfederasi.

Adapun, Kepolisian Daerah Metro Jaya memperkirakan akan ada lebih dari 100 ribu buruh dari berbagai daerah datang ke Jakarta. Sebanyak 14.404 personel gabungan sudah disiapkan. Mereka terdiri dari terdiri dari 5.217 personel dari Polda Metro Jaya, 6.689 personel dari Polres, 1.597 personel dari Mabes Polri, 300 personel dari Mabes TNI, dan 601 personel dari Pemda DKI. Mereka tersebar di sejumlah titik.

Menurut Presiden RI Jokowi, para buruh boleh saja berunjuk rasa menyampaikan aspirasinya, namun tak boleh anarkis. “Itu ekspresi kegembiraan merayakan hari buruh. Tidak apa-apa ratusan ribu buruh keluar. Asal dijaga dengan baik. Kita harus mulai menghargai hal-hal tersebut,” katanya.

Facebook Comments