SatuNusaNews – Pengamat Energi, Ferdinand Hutahaean mencurigai kalau rencana PT Pertamina (Persero) membubarkan anak usahanya Pertamina Energy Trading Limited (Petral) sebagai usaha memuluskan keinginan Pertamina menghapus Premium.

Mengutip dari Kompas, Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaean mencurigai adanya akal-akalan untuk memuluskan penghapusan Premium dan diganti dengan Petralite yang harganya lebih mahal. “Sesungguhnya kami melihat adanya paket kebijakan menghapus RON 88 (Premium) dengan penghapusan Petral bertujuan untuk menghapus BBM Premium, supaya Pertalite bisa masuk pasar. Inilah tujuan penutupan Petral,” ujar Ferdinand Senin (27/04).

Ferdinand menyampaikan, kebijakan Pertamina untuk menutup Petral tidak akan mempengaruhi impor BBM. Impor BBM diperkirakan akan tetap tinggi, dan bahkan diprediksi akan meningkat sesuai kebutuhan untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi.

“Kenapa demikian, karena arah bisnis Pertamina akan mengurangi produksi kilang minyaknya dan memperbesar suplai BBM melalui impor,” ucap Ferdinand.

Lebih lanjut dia mengatakan, pernyataan dari pemerintah maupun parlemen yang memberikan arahan kepada Pertamina untuk tetap menyediakan Premium hanyalah sebatas pernyataan untuk menghibur rakyat.

“Dengan penutupan Petral, Pertamina akan berdalih kesulitan memenuhi kebutuhan Premium (RON 88) dan menggantinya dengan RON 90,” kata Ferdinand. #

Facebook Comments