SatuNusaNews – Sepertinya ketakutan pemerintah terhadap kelompok-kelompok Islam kritis masih sangat berlebihan. Siang ini Rabu (22/04) rekening bank atas nama Muhammad Jibril CEO situs dakwah Arrahmah diblokir sepihak dengan alasan yang terkesan mengada-ada.

Seperti yang tertulis dalam surat yang diserahkan oleh Bank Mandiri kepada Muhammad Jibril, alasan pemblokiran tersebut karena dicurigai terlibat dalam pendanaan terorisme.

Di surat tersebut tertulis bahwa pemblokiran tersebut atas rekomendasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Penanggulangan Pencegahan Terorisme (BNPT). Tentu saja alasan ini menurut Muhammad Jibril mengada-ada karena dia mengaku tidak punya urusan dengan pendanaan tindak terorisme dimanapun.

Mengutip dari laman Republika, Jibril tak menampik jika pada 3,5 tahun yang lalu ia sempat didakwa terlibat dalam jaringan terorisme, meski setelahnya hal tersebut tidak bisa dibuktikan oleh pengadilan. Pengadilan, pada 2012 memvonis dirinya terlibat dalam terorisme karena menyembunyikan informasi terkait terorisme dan pemalsuan paspor.

Ia dituntun tujuh tahun penjara, dan hakim memvonis lima tahun penjara. Setelah 3 tahun, barulah terbukti bahwa tuduhan tersebut batal demi hukum.

“Saya mendapatkan surat bebas murni yang artinya saya tidak terlibat dalam hal tersebut. Masa ia saya kembali dituduh hal yang sama, padahal pengadilan sudah menyatakan bahwa tuduhan tersebut salah,” tambah Jibril. #

Facebook Comments