AdalahPay

SatuNusaNews – Hanya seperempat dari 3.5 milyar US Dollar bantuan yang dijanjikan untuk membangun kembali Gaza setelah perang yang menghancurkan pada musim panas lalu yang telah disampaikan, menurut laporan terbaru.

Laporan dari Asosiasi Agen Pembangunan Internasional, dirilis Senin, menemukan bahwa hanya 26,8 persen atau hanya 945 juta dollar dari uang yang dijanjikan oleh donor pada Konferensi Kairo enam bulan yang lalu telah terealisasi, rekonstruksi dan pemulihan hampir tidak dapat dimulai akibat terkepungnya Gaza.

“Pidato-pidato yang menjanjikan pada konferensi donor telah berubah menjadi omong kosong,” kata Winnie Byanyima, direktur eksekutif Oxfam, yang merupakan salah penandatangan laporan itu.

“Hanya ada sedikit pembangunan kembali, tidak ada kesepakatan gencatan senjata permanen dan tidak ada rencana untuk mengakhiri blokade. Masyarakat internasional berjalan dengan mata terbuka lebar ke konflik berikutnya, jangan lagi mempertahankan status quo mereka, harus berubah.”

Operation Protective Edge 2014 serangan Israel di Gaza yang berlangsung hampir dua bulan, mengakibatkan kematian lebih dari 2.132 warga Palestina dan 71 warga Israel, menurut data dari berbagai badan bantuan.

Lebih dari 10.000 rumah hancur dan ribuan lainnya rusak berat. Diperkirakan 17.500 keluarga kehilangan tempat tinggal.

Dimana uangnya?

Berikut ini adalah rincian dari tujuh janji donor untuk Gaza, dan dana yang telah dicairkan sejauh ini:

QATAR

Dijanjikan: $ 1 miliar

Dikeluarkan: $ 102 juta

ARAB SAUDI
Dijanjikan: $ 500 juta
Dikeluarkan: $ 48.5 juta

Uni Eropa
Dijanjikan: $ 348 juta
Dikeluarkan: $ 141 juta

AS
Dijanjikan: $ 277 juta
Dikeluarkan: $ 233 juta

KUWAIT
Dijanjikan: $ 200 juta
Dikeluarkan: $ 0

UAE
Berjanji: $ 200 juta
Dirilis: $ 0

Sumber: Bank Dunia / Asosiasi Agen Pembangunan Internasional

Setelah Israel dan kelompok Palestina bersenjata menyepakati gencatan senjata, donor internasional bertemu di Kairo pada bulan Oktober 2014, di mana lebih dari $ 5 milyar bantuan yang dijanjikan. Dari jumlah ini, $ 3.5 milyar dialokasikan untuk Gaza, sementara sisanya ditujukan untuk memberikan dukungan bagi pemerintah Palestina pada umumnya, termasuk program di Tepi Barat.

Laporan ini mencatat bahwa sementara beberapa bangunan yang rusak di Gaza telah diperbaiki, hampir tidak ada proyek-proyek rekonstruksi skala besar sudah mulai, dan tidak ada rumah permanen telah dibangun kembali.

Beberapa donor internasional ragu-ragu untuk mengucurkan janji rekonstruksi mereka karena hubungan tegang antara Hamas dan Otoritas Palestina, permasalahan perbatasan Gaza. Banyaknya krisis lain di wilayah ini yang juga membutuhkan perhatian donor seperti terhentinya pengiriman bantuan, kata laporan itu.

“Paradoksnya adalah bahwa kurangnya rekonstruksi dapat memperburuk potensi konflik,” kata laporan itu. “Ketakutan memberi bantuan dana karena ketakutan atas ketidakstabilan politik di Gaza, justru yang meningkatkan ketidakstabilan.”

Laporan ini berisi sejumlah rekomendasi, termasuk bagi semua pihak untuk segera melanjutkan perundingan gencatan senjata jangka panjang, untuk donor menunjukkan i’tikad baiknya seperti tertuang dalam janji mereka di Konferensi Kairo dan bagi Israel untuk mencabut blokade yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.