AdalahPay

image

SatuNusaNews – Gempa berkekuatan 7.8 skala richter di Nepal Minggu (26/04) telah menewaskan setidaknya 2.200 jiwa. Jumlah tewas sepertinya akan terus bertambah mengingat parahnya kerusakan yang dialami dan sulitnya mengevakuasi korban yang tertimpa bangunan yang roboh.

Reuters melaporkan 2.152 korban tewas di antaranya hanya terdapat di Nepal saja. Sementara itu, sisanya merupakan korban tewas di negeri tetangga, seperti India sebanyak 49 orang dan Tibet 17 orang.
Sebanyak 700 orang di antaranya tewas di Ibu kota Kathmandu. Selain itu, gempa berkekuatan 7,8 skala richter menyebabkan korban luka sebanyak 5.463 orang.

Tim penyelamat tengah berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi jasad korban maupun warga yang masih hidup, kendati tertimpa puing bangunan. Sebagian dari mereka menggunakan masker untuk menghindari debu.

Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang menggunakan tangan kosong untuk menggali puing bangunan dan mencari korban. Sebagian batu dan pasir mereka letakkan di dalam ember kosong.

Beberapa bangunan di Ibu kota Kathmandu terlihat hampir keseluruhan hancur, sedangkan bangunan lainnya terlihat hanya hancur sebagian. Pemerintah Nepal, terlihat kesulitan dalam mengatasi bencana ini. Menurut badan penanggulangan bencana, beberapa rumah sakit di Bukit Kathmandu terlihat kelebihan kapasitas dan mulai kehabisan pasokan obat-obatan dan peralatan medis. Seorang petugas militer Nepal, Santosh dan sekelompok tim penyelamat bekerja keras semalaman untuk membuka jalan yang aman dilalui menuju ke puing-puing reruntuhan di Kathmandu.

Mereka menggunakan kapak, karena buldozer tidak sanggup digunakan melalui kota bersejarah dan jalan yang sempit. “Kami yakni, masih ada banyak orang yang terjebak di dalamnya,” ungkap Santosh, sambil menunjuk ke sebuah bangunan tiga lantai tiga yang hancur akibat gempa seperti dikutip dari laman Viva. #

Facebook Comments