AdalahPay

SatuNusaNews – Baltimore, kota di negara bagian Maryland AS dinyatakan dalam keadaan darurat setelah kerusuhan massal terjadi hampir di seluruh kawasan. Kerusuhan disebabkan oleh kemarahan warga yang mengetahui adanya seorang remaja kulit hitam Freddie Gray meninggal dunia dalam tahanan polisi.

Para perusuh melemparkan batu bata, menjarah toko dan perkantoran. Kebakaran juga terlihat di beberapa lokasi di Baltimore pada hari Senin (27/04) waktu AS (Selasa waktu Indonesia). Kerusuhan pecah hanya beberapa blok dari pemakaman Freddie Gray dan kemudian menyebar melalui bagian dari Baltimore dalam unjuk rasa paling panas di AS sejak penjarahan di Ferguson, Missouri tahun lalu.

Akibat kerusuhan yang menyebabkan kebakaran dan  melukai 7 orang polisi tersebut, Gubernur Maryland Larry Hogan mengumumkan keadaan darurat dan mengaktifkan Garda Nasional. Petugas berusaha memadamkan kebakaran yang disebabkan oleh para penjarah dan perusuh.

Setelah lebih dari satu jam dari kekacauan, ratusan polisi bergerak ke jalanan. Terlihat pecahan kaca berserakan dari kekerasan telah terjadi. Semprotan merica juga digunakan pada perusuh yang menjarah mesin-mesin kasir dan minuman keras toko.

“Tokoh masyarakat yang lebih tua mencoba untuk menenangkan perusuh yang sebagian besar masih muda dan mencegah bentrokan dengan polisi. Terlihat juga beberapa perusuh yang memotong selang pemadam kebakaran saat petugas pemadam kebakaran berjuang api di apotek CVS yang telah dijarah sebelumnya, kata Polisi Baltimore.

Akibat kerusuhan sekolah, bisnis, dan stasiun kereta api ditutup di kota berpenghuni 662.000 orang yang berjarak 64 km dari ibukota negara.

“Semua ini harus terjadi, orang mulai bosan melihat polisi membunuh orang-orang kulit hitam muda tanpa alasan.  Ini adalah hari yang menyedihkan tetapi harus terjadi,” kata Tony Luster, 40, seorang warga Baltimore yang merasakan kepedihan akibat perlakuan polisi pada warga kulit hitam.

Kematian Gray pada 19 April menghidupkan kembali kemarahan publik atas perlakuan polisi Afro Amerika (sebutan untuk warga kulit hitam) yang berkobar tahun lalu setelah pembunuhan pria hitam bersenjata di Ferguson, New York City dan di tempat lain.

Facebook Comments