AdalahPay

SatuNusaNews – Pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengatakan bahwa Indonesia masih memiliki hutang pada IMF menuai kontroversi. Setelah┬ámantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengklarifikasi fakta sebaliknya bahwa Indonesia tidak lagi punya hutang┬ámemancing polemik publik.

Bank Indonesia (BI) mengklarifikasi adanya Utang Luar Negeri (ULN) kepada International Monetary Fund (IMF) sebesar SDR1,98 miliar atau setara dengan USD3,1 miliar pada tahun 2009. Alokasi ini, sebenarnya adalah iuran wajib sebagai anggota IMF.

“Seluruh anggota IMF mendapat alokasi SDR tersebut. Sebagai anggota IMF, kita membayar iuran sehingga kita memperoleh alokasi SDR sesuai kuota dan dicatat sebagai bagian cadangan devisa,” tutur Peter melalui keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (28/4/2015) seperti dikutip dari OkeZone.

“Sejak 2009, pencatatan teknis alokasi SDR tersebut dilakukan di kewajiban pada IMF. Hal ini juga dilakukan oleh seluruh anggota IMF. Karena ini alokasi sebagai konsekuensi keanggotaan maka akan tetap muncul sepanjang kita masih jadi anggota,” pungkasnya.

Jumlah iuran tersebut berubah-ubah dari waktu ke waktu. Tercatat pada 2010 iuran ke IMF mengalami penurunan menjadi USD3,05 miliar, lalu turun lagi pada 2011 menjadi USD3,031 miliar.

Angka tersebut kembali naik menjadi USD3,053 miliar pada 2012, lantas kembali melandai pada 2013 menjadi USD3,050 miliar pada 2013. Hingga Februari 2015 ini, iuran tercatat sebesar USD2,801 miliar.

 

Data IMF Menunjukkan Hutang Indonesia Nihil

Data International Monetary Fund (IMF) menunjukkan, Indonesia tidak memiliki utang terhadap lembaga donor tersebut. Dalam data IMF seperti dikutip Okezone, Selasa (28/5/2015) tersebut Indonesia tercatat bergabung dengan IMF pada 21 Februari 1976.

Untuk kuota General Resources Account untuk Indonesia tercatat 2.079 miliar SDR. Sementara Fund Holdings of currency (exchange rate) tercatat 1.933 miliar SDR atau 93 persen dari total kuota. Dan Net cumulativie allocation tercatat 1.980 miliar SDR.

Sementara mengenai pinjaman Indonesia per 31 Maret 2015, bahwa outstanding purchases and loans tercatat kosong atau tidak ada.

Artinya, IMF tidak mencatat adanya utang pinjaman kepada Indonesia.

Seperti diberitakan sebelumnya, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan bahwa Indonesia tidak memiliki utang kepada IMF seperti yang diberitakan media mengenai penggunaan alokasi pinjaman utang yang akan digunakan oleh era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pelunasan utang IMF telah dilakukan oleh SBY pada Oktober 2006. Tepat pada Kamis 12 Oktober 2006, pemerintah melalui BI melunasi pinjaman kepada IMF di bawah skim Extended Fund Facility (EFF).

Pelunasan utang IMF sebesar SDR 2.153.915.825, atau ekuivalen USD3,181,742,918 (USD/SDR = 1,47719). Utang tersebut merupakan sisa pinjaman yang seharusnya jatuh tempo pada akhir 2010. #

Facebook Comments