image

Banyak keanehan yang terjadi belakangan ini, dalam bidang penegakan Hukum di Negara Republik Indonesia. Yang dimaksud aneh disini ialah, adanya upaya hukum lain setelah diputusnya Grasi oleh Presiden yang menyebabkan Hukuman yang sifatnya sudah final menjadi tertunda.

Dapat kita ambil contoh kasus Hukuman Mati terhadap terpidana Bali Nine. Setelah melewati tahapan persidangan di Pengadilan Negeri, banding di Pengadilan Tinggi, kasasi di Mahkamah Agung mereka diputus Hukuman Mati lalu mengajukan permohonan Grasi kepada Presiden dan Presiden menolak Grasi tersebut, artinya Hukuman sudah dapat segera dijalankan tetapi, tertunda karena Pengacara dari terpidana mati tersebut mengajukan Peninjauan Kembali kasus tersebut. Ini Aneh.

Peninjauan Kembali (PK) seharusnya diajukan sebelum mengajukan permohonan Grasi. Jika PK gagal maka setelah itu barulah diajukan Permohonan Grasi. Grasi adalah upaya Hukum paling akhir.

Apalagi PK yang diajukan tersebut terkait langsung dengan Kasus-nya. Ini tidak biasa. Hakim mana yang dapat menerima PK setelah putusan Grasi keluar ? (#13)

Rory Yunas

Facebook Comments