martin_odoj.fw“Who Is Crazy…?” Itulah sepenggal Judul yang diangkat dalam KalQulus kali ini. Dengan pembahasan tafsir surat Al Qalam ayat 1-6, berupaya memetik hikmah dari peristiwa Charlie Hebdo yang sedang santer dibicarakan akhir-akhir ini. Seperti kita ketahui bersama sebelumnya, Charlie Hebdo merupakan sebuah majalah di Perancis yang melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Acara diawali dengan pembukaan oleh MC dan tilawatil Qur’an oleh Hamidah, finalis Hafidz Cilik Indonesia. Kemudian dilanjutkan sambutan oleh ketua acara, akhina Ghofar Ismail. Dan dilanjutkan dengan pembahasan tafsir.

“Ketika berinteraksi dengan Al Qur’an, kita harus yakin dengan kebenaran atas ayat-ayat yang kita baca.” Ucap Ust. Abdul Aziz Abdur Rouf, LC Al Hafidz, yang merupakan alumni Fakultas Syariah LIPIA Jakarta dan juga sebagai Pimpinan Lembaga Al Quran Markaz Al Qur’an Jakarta Timur.

Beliau mengawali kajiannya dengan menanamkan keyakinan kepada peserta bahwa pesan, berita , atau ayat-ayat Alqur’an itu pasti benar. Sebagaimana di akhir tilawah kita selalu membaca “Shodaqallahul ‘adziim” yang artinya Maha Benar Allah Yang Maha Agung.

Beliau juga menjelaskan bahwa setiap orang yang ingin memperbaiki ummat, ingin mengenalkan ummat kepada Allah SWT, pasti akan mendapatkan penghinaan dan dicitrakan negatif. Sebagaimana Rasulullah SAW yang mendapatkan celaan dari orang-orang musyrik, bahkan sampai dikatakan majnun (gila). Begitupun halnya dengan Nabi-nabi terdahulu.

Namun Allah tidak mendiamkan hal itu begitu saja. Allah mengcounter celaan tersebut dan memberikan pahala yang tidak ada putus-putusnya bagi siapa saja yang mengajak kepada kebaikan. Dan Allah akan tunjukkan siapa yang sesat, dan siapa yang mendapat petunjuk.
“Allah akan memberikan pahala yang tidak ada putus-putusnya (ajrun ghoiru mamnun). Syaratnya, dengan melakukan amal shalih yang bisa dinikmati oleh orang lain. Salah satunya dengan kita mengajak orang lain untuk ber-ODOJ, InsyaAllah jadi amal jariah buat kita,” imbuh Ust. Abdul Aziz di sela-sela kajian.

Selain pembahasan tafsir, acara juga dimeriahkan dengan adanya kuis di twitter @KalQulusODOJ yang dimenangkan oleh Dina Inda dan door prize untuk dua orang peserta terjauh, Nurul dari Lampung, dan Martin dari Austria (eropa). Menariknya, Martin merupakan non muslim.
“Saya sangat tertarik dengan ODOJ. Saya belajar Antropologi yang mempelajari bagaimana agama-agama dijalankan oleh penganutnya, dan saya lihat ODOJ adalah sesuatu yang luar biasa. Ketika saya jalan ke indonesia Timur ketemu ODOJ, jalan ke sana ketemu ODOJ, ke sini ketemu ODOJ, sehingga membuat penasaran apa itu ODOJ. Sampai begitu spektakulernya ODOJ”, kata Martin dalam Bahasa Indonesia dengan logat Inggris.

Ketika dia ditanya “apakah anda akan memeluk islam?.” Dia menjawab, “Ya, InsyaAllaah”, sambil menganggukan kepala. Lalu bergemalah setiap sudut ruangan oleh para peserta yang mengamininya. Dan sebagai bentuk dukungan, ada seorang peserta yg menyumbangkan alquran nya utk Martin agar ia bisa mempelajarinya.

Perlu diketahui, KalQulus diadakan rutin di pekan kedua setiap bulan. Jadi buat para odojers, pastikan untuk hadir di acara KalQulus berikutnya. Dan jangan lupa, follow twitter @KalQulusODOJ untuk mendapat informasi terbaru seputar KalQulus. [Suhudsyah/#F14]

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.